ketahui pengobatannya segera agar penularan gonore tidak dapat terjadi.

Gonore juga dapat terjadi pada bayi akibat tertular dari ibunya selama proses persalinan normal (melalui jalan lahir). Pada bayi yang baru lahir, penyakit gonore ternyata dapat menyebabkan mata bayi merah, bengkak, dan mengeluarkan nanah. Ketahui gejalanya yang dapat terjadi agar kamu bisa mengobati gonore tersebut dengan cepat. Gejala tersebut dapat muncul dalam dua minggu pertama setelah lahir.[1]Berikut beberapa macam obat kencing nanah berupa antibiotik yang dapat kita gunakan untuk mengobati agar tidak terjadi penularan gonore, berikut diantaranya:

  • Cefixime dan sefalosporin adalah antibiotik ini digunakan sebagai pengganti bila ceftriaxone tidak tersedia. Obat ini menghambat sintesis dinding sel bakteri dan digunakan bersamaan dengan azithromycin. Keduanya digunakan bila pasien tidak memiliki komplikasi.
  • Doxycycline adalah obat antibiotik ini menghambat sintesis protein yang dapat memicu pertumbuhan bakteri. Doxycycline digunakan selama 10 sampai 14 hari dengan dosis 100 mg sebagai tambahan dosis tunggal ceftriaxone untuk mengobati radang panggul (PID).
  • Ceftriaxone (rocephin), adalah obat Antibiotik ini digunakan secara bersamaan dengan azithromycin untuk menghambat pertumbuhan dinding sel bakteri yang sudah mencapai darah.
  • Azithromycin (zithromax, zmax) adalah antibiotik yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri
  • Erythromycin adalah obat salep tetes antibiotik selain dapat mengobati gonore, obat tersebut juga direkomendasikan untuk digunakan pada bayi yang baru lahir untuk mencegah penyakit konjungtivitis (radang konjungtiva mata).
READ  Ketahui berikut ini alasan mengapa penyebab gondongan dapat terjadi.

Bila kita diberi satu dosis antibiotik, pastikan untuk menggunakan beberapa antibiotik sesuai dengan saran dokter. Melewatkan beberapa dosis atau tidak minum obat dengan lengkap yang akan membuat infeksi kelamin tersebut tidak dapat sembuh. Beberapa orang yang menderita penyakit gonore juga bisa terkena klamidia. Oleh karena itu, pengobatan penyakit ini juga mencakup antibiotik yang efektif dalam mengobati klamidia. Pasien tersebut yang merasakan gejalanya tidak akan membaik bahkan bisa disebabkan oleh infeksi gonore lain atau kegagalan pengobatan. Kemungkinan bakteri tertentu dari penyakit menular seksual ini telah menjadi kebal pada antibiotik sehingga tidak dapat lagi dibunuh oleh antibiotik tersebut. Jadi, pasien memerlukan antibiotik lain untuk menyembuhkan infeksi.[2] “dilansir dari laman Healthdetik” penularan gonore terhadap orang lain bahkan dapat dengan mudah menyebar kebagian area kelamin maupun area lainnya, semua itu meliputi ruam, radang sendi atau arthritis serta tendon meradang. Ketahui juga seseorang yang sangat rentan sekali mengalami penularan gonore tersebut sepertihalnya:

  • Gonore biasanya ditularkan melalui hubungan seks vagina dan anus
  • Kontak oral sering tidak menularkan gonore
  • Bakteri gonore menyukai daerah hangat dan lembab seperti mulut, rektum, vagina dan uretra
  • Kepadatan tinggi daerah perkotaan di antara kaum muda di bawah usia 24 tahun yang memiliki banyak pasangan seks dan melakukan hubungan seksual tanpa kondom
  • Infeksi Gonore 1,5 kali lebih sering terjadi pada pria daripada wanita
  • Meski gonore merupakan PMS, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa hal itu dapat terjadi karena kutu pubis, yang bisa terdapat pada tempat-tempat kotor
  • Gonore dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya selama proses kelahiran
READ  Mengenal Pekan Imunisasi Nasional Polio

Pengobatan gonore biasanya dapat dilakukan dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui otot) atau melalui  pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 1 minggu (biasanya diberikan doksisiklin). Jika gonore tersebut telah menyebar melalui aliran darah, biasanya penderita dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah, infus), agar tidak penularan gonore tidak menyebar ke orang-orang terdekatnya.

 

 

Sumber: Alodokter.com

Hellosehat.com