Bingung, bagaimana cara mengobati penyakit gonore. Simak berikut ini.

Penyakit gonore pada umumnya dapat menimbulkan beberapa gejala pada organ kelamin. Seperti telah dikatakan sebelumnya, gejala gonore yang dialami oleh pria tentunya berbeda dengan wanita. Dan perlu diingat, penyakit gonore sering kali tidak menimbulkan gejala pada wanita. Gejala gonore tersebut dapat terjadi pada pria antara lain:

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Keluar nanah pada ujung penis
  • Bengkak dan nyeri pada salah satu testis
  • Ujung penis merah dan bengkak.

Selain itu perlu kita ketahui beberapa gejala gonore yang terjadi pada wanita antara lain:

  • Nyeri saat buang air kecil atau saat melakukan hubungan intim.
  • Keluar darah dari vagina ketika tidak sedang menstruasi
  • Menstruasi yang lebih banyak atau lebih lama dari biasanya.
  • Bertambahnya frekuensi buang air kecil.
  • keputihan
  • Sakit perut dan panggul.
  • Keluar darah dari vagina setelah melakukan hubungan seksual

Gonore tersebut ternyata juga dapat terjadi pada organ lain selain kelamin. Masing-masing organ yang terkena gonore akan memunculkan beberapa gejala yang berbeda, seperti:

  • Gonore pada anus, gejalanya berupa anus gatal, keluar darah atau nanah dari anus.
  • Gonore pada mata,gejalanya berupa mata merah, keluarnya nanah dari mata, dan menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Gonore pada sendi, gejalanya berupa radang sendi, yaitu kemerahan, pembengkakan, dan nyeri saat digerakkan.
  • Gonore pada tenggorokanditandai dengan sakit tenggorokan yang sulit sembuh dan munculnya benjolan di leher (pembengkakan kelenjar getah bening).
READ  Benarkah tidak ada cara mengatasi keguguran

Gonore juga dapat terjadi pada bayi akibat tertular dari ibunya selama proses persalinan normal (melalui jalan lahir). Pada bayi yang baru lahir, penyakit gonore ternyata dapat menyebabkan mata bayi merah, bengkak, dan mengeluarkan nanah. Ketahui gejalanya yang dapat terjadi agar kamu bisa mengobati gonore tersebut dengan cepat. Gejala tersebut dapat muncul dalam dua minggu pertama setelah lahir.[1] Berikut beberapa macam obat kencing nanah berupa antibiotik yang dapat kita gunakan untuk mengobati gonore tersebut.

  • Cefixime dan sefalosporin adalah antibiotik ini digunakan sebagai pengganti bila ceftriaxone tidak tersedia. Obat ini menghambat sintesis dinding sel bakteri dan digunakan bersamaan dengan azithromycin. Keduanya digunakan bila pasien tidak memiliki komplikasi.
  • Doxycycline adalah obat antibiotik ini menghambat sintesis protein yang dapat memicu pertumbuhan bakteri. Doxycycline digunakan selama 10 sampai 14 hari dengan dosis 100 mg sebagai tambahan dosis tunggal ceftriaxone untuk mengobati radang panggul (PID).
  • Ceftriaxone (rocephin), adalah obat Antibiotik ini digunakan secara bersamaan dengan azithromycin untuk menghambat pertumbuhan dinding sel bakteri yang sudah mencapai darah.
  • Azithromycin (zithromax, zmax) adalah antibiotik yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri
  • Erythromycin adalah obat salep tetes antibiotik selain dapat mengobati gonore, obat tersebut juga direkomendasikan untuk digunakan pada bayi yang baru lahir untuk mencegah penyakit konjungtivitis (radang konjungtiva mata).
READ  Mengenal Pekan Imunisasi Nasional Polio

Bila kita diberi satu dosis antibiotik, pastikan untuk menggunakan beberapa antibiotik sesuai dengan saran dokter. Melewatkan beberapa dosis atau tidak minum obat dengan lengkap yang akan membuat infeksi kelamin tersebut tidak dapat sembuh. Beberapa orang yang menderita penyakit gonore juga bisa terkena klamidia. Oleh karena itu, pengobatan penyakit ini juga mencakup antibiotik yang efektif dalam mengobati klamidia. Pasien tersebut yang merasakan gejalanya tidak akan membaik bahkan bisa disebabkan oleh infeksi gonore lain atau kegagalan pengobatan. Kemungkinan bakteri tertentu dari penyakit menular seksual ini telah menjadi kebal pada antibiotik sehingga tidak dapat lagi dibunuh oleh antibiotik tersebut. Jadi, pasien memerlukan antibiotik lain untuk menyembuhkan infeksi.[2]

READ  Ketahui berikut ini bagaimana penyakit hairy tongue bisa terjadi.

Sumber: Hellosehat.com

Alodokter.com